Kamis, 06 Juni 2013

Makna dan Istilah Gunung dalam Perjanjian Lama

Kita bisa menggali beberapa informasi mengenai arti atau makna tempat di dalam Kitab Suci. Tempat-tempat di dalam Kitab Suci bisa jadi merupakan simbol. Kita bisa melihat beberapa  tempat di dalam Kitab Suci seperti gunung, kota, sungai dan lain sebagainya. Seperti halnya nama memiliki arti bagi kita, demikian tempat-tempat di dalam Kitab Suci memiliki makna tersendiri. Kita akan melihat salah satu nama tempat yang terdapat di dalam Kitab Suci yakni gunung.
Di dalam Kitab Suci gunung atau bukit mempunyai arti yang mendalam. Kita bisa menemukan gunung di dalam Kitab Suci, seperti Gunung Sinai, Nebo, Karmel, Horeb, Tabor, Sion, Bukit Zaitun, Kalvari, maupun Golgota. Gunung-gunung itu dipakai untuk menggambarkan pertemuan Allah dengan umatNya. 

Pertama, Bukit Sion. 
Sion merupakan lambang untuk tempat kediaman Allah, atau untuk umat Allah, yakni umat di mana Allah tinggal. Apapila kita menemukan istilah bukit Sion itu adalah nama bukit di kota Yerusalem di bagian tenggara Yerusalem. Bukit Sion dikenal dengan kota Daud. Sion adalah tempat suci (Mzm 48:1-2) dan sebuah gunung yang kuat (Mzm 125:1-2). Sion menjadi Yerusalem Sorgawi (Ibr 12:22), tujuan dari para musafir Kristen. Singkatnya, bukit Sion merupakan simbol dari rumah Allah sendiri.

Kedua, Gunung Sinai
Dalam PL, Gunung Sinai disebut juga Gunung Horeb. Di Gunung inilah Yahwe menampakkan diri kepada Musa. Allah memberikan kesepuluh Hukum dan hukum-hukum lainnya. Perjanjian yang diadakan Allah menjadi tanda kesatuan bagi banyak suku, dan menempa mereka menjadi satu umat yang mengabdi kepada satu Allah. 

Ketiga, Gunung Nebo
Gunung Nebo kadang disebut Gunung Abarim adalah tempat di mana Musa memandang tanah Kanaan yang dijanjikan Allah kepada Israel. Nebo juga menunjuk pada kota di Moab atau di Yehuda. Selain itu, Nebo menunjuk pada Dewa Nabu dari Babel yang melambangkan kekuasaan Babel sendiri. Nebo juga menunjuk pada nama leluhur orang Yahudi yang menikah dengan perempuan asing yang ditegur oleh Ezra.

Keempat, Gunung Karmel
Karmel berarti tanah kebun atau tanah subur. Di dalam Perjanjian Lama ada dua tempat yang menggunakan nama ini :
a. Sederet bukit memanjang dari barat laut ke tenggara Laut Tengah ke dataran Dotan. Tepatnya, Gunung Karmel adalah punggung bukit utama di ujung barat laut dengan membentuk perbatasan daerah Asyer. Daerah Karmel memiliki tanah yang subur. 
b. Karmel menunjuk pada kota di Yehuda, kini disebut Khirbet el-Karmil di suatu daerah penggembalaan yang bergelombang yang baik untuk ternak.
Bagi perjalanan iman Bangsa Israel, Karmel menjadi tempat perjuangan di mana Elia dan nabi-nabi Baal berjuang memperebutkan kesetiaan Umat Israel (1 Raj 18). 

disarikan dari Ensiklopedia Alkitab Online
to be continued...


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar